Beda Bunga Flat, Efektif, dan Anuitas: Mana yang Paling Murah?
Tiga cara bank menghitung bunga kredit, bedanya bisa jutaan rupiah untuk pinjaman yang sama.
Kenapa cicilan bisa beda padahal bunganya sama
Dua bank bisa sama-sama menawarkan bunga 10% per tahun, tetapi cicilan yang Anda bayar berbeda jauh. Penyebabnya bukan angka bunganya, melainkan cara menghitungnya. Ada tiga metode yang dipakai di Indonesia: flat, efektif, dan anuitas.
Bunga flat
Bunga dihitung dari pokok pinjaman AWAL dan tidak pernah berubah sampai lunas. Cicilannya tetap dan paling mudah dihitung, tetapi secara efektif paling mahal: meskipun sisa utang Anda tinggal sedikit, bunganya tetap dihitung dari jumlah utuh. Metode ini umum pada kredit kendaraan dan pinjaman tanpa agunan.
Bunga efektif (menurun)
Bunga dihitung dari sisa pokok, sehingga porsi bunga makin kecil tiap bulan. Cicilan bulan pertama paling besar lalu terus menurun. Total bunga yang dibayar paling ringan di antara ketiganya untuk suku bunga yang sama.
Bunga anuitas
Perhitungan bunganya sama dengan efektif (dari sisa pokok), tetapi cicilannya dibuat rata sepanjang tenor. Di awal, porsi bunga besar dan pokok kecil; makin lama makin terbalik. Inilah metode yang dipakai hampir semua KPR karena angsurannya mudah dianggarkan.
Yang perlu ditanyakan ke bank
Tanyakan dua hal: metode bunganya apa, dan apakah bunganya tetap (fixed) atau mengambang (floating) setelah periode promo. Bunga promo 3,99% selama dua tahun bisa berubah menjadi 12% di tahun ketiga, dan itulah yang menentukan cicilan Anda sebenarnya.